Tampilkan postingan dengan label networking. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label networking. Tampilkan semua postingan

Tutorial Membangun Proxy Squid Lusca di Ubuntu

Tutorial Membangun Proxy Squid Lusca di Ubuntu




Download squid.conf, dll: http://pungocache.googlecode.com/fil...013-UPDATE.rar
Link Donload UBUNTU : http://releases.ubuntu.com/lucid/ubu...rver-amd64.iso

Diasumsikan :
- Ubuntu 10.04 LTS
- Software package yang dipilih saat install Ubuntu adalah Open SSH Server
- Topologi yang digunakan proxy sejajar dengan mikrotik
- Ip proxy 192.168.3.1
- Gatewai 192.168.3.254
- Ip mikrotik ke arah proxy 192.168.3.254/30
- Ram 1 GB
- HDD Sata 250 GB


Update
# sudo apt-get update
# sudo apt-get install squid
# sudo apt-get install squid squidclient squid-cgi
# sudo apt-get install gcc
# sudo apt-get install build-essential
# sudo apt-get install sharutils
# sudo apt-get install ccze
# sudo apt-get install libzip-dev
# sudo apt-get install automake1.9


Download Lusca
download lusca lewat terminal ubuntu dengan perintah :

#"""wget http://lusca-cache.googlecode.com/files/LUSCA_HEAD-r14809.tar.gz"""#

lalu ekstrak dan masuk ke foldernya :

# tar xvf LUSCA_HEAD-r14809.tar.gz
# cd LUSCA_HEAD-r14809

Jalankan perintah berikut di terminal untuk melihat informasi CPU kamu :
#cat /proc/cpuinfo

untuk pengguna AMD 64 bit bisa di lihat disini Safe Cflags/AMD - Gentoo Linux Wiki
sedangkan pengguna Intel lihat di sini Safe Cflags/Intel - Gentoo Linux Wiki

Catat informasi CHOST dan CFLAGS nya (sesuai dengan informasi cpu kamu di ubuntu tadi), contoh saya menggunakan intel celeron M, maka saya memperoleh informasi CHOST dan CFLAGS nya :
CHOST=”i686-pc-linux-gnu”
CFLAGS=”-march=pentium-m -O2 -pipe -fomit-frame-pointer”

tahap compile nya :

CHOST=”i686-pc-linux-gnu” \
CFLAGS=”-march=pentium-m -O2 -pipe -fomit-frame-pointer” \

./configure --prefix=/usr --exec_prefix=/usr --bindir=/usr/sbin --sbindir=/usr/sbin --libexecdir=/usr/lib/squid --sysconfdir=/etc/squid \
--localstatedir=/var/spool/squid --datadir=/usr/share/squid --enable-async-io=24 --with-aufs-threads=24 --with-pthreads --enable-storeio=aufs \
--enable-linux-netfilter --enable-arp-acl --enable-epoll --enable-removal-policies=heap --with-aio --with-dl --enable-snmp \
--enable-delay-pools --enable-htcp --enable-cache-digests --disable-unlinkd --enable-large-cache-files --with-large-files \
--enable-err-languages=English --enable-default-err-language=English --with-maxfd=65536

kemudian :
# make &
# sudo make install

selanjutnya, ketik perintah berikut di terminal ubuntu:

# make
# sudo make install
-paste file squid.conf dan storeur.pl yg di download tadi kedalam folder /etc/squid


Langkah selanjutnya

Code:
# Memberikan permission pada folder cache

chown squid:squid /cache
chmod 777 /cache
chown squid:squid /etc/squid/storeurl.pl
chmod 777 /etc/squid/storeurl.pl

# Membuat folder-folder swap/cache di dalam folder cache yang telah ditentukan dg perintah :

squid -f /etc/squid/squid.conf -z

# Restart squid
sudo /etc/init.d/squid restart

Reboot CPU nya...


Sumber : www.forummikrotik.com
READ MORE - Tutorial Membangun Proxy Squid Lusca di Ubuntu

Simple Queue VS Pcq Queue

Di Warnet (warung internet), mikrotik seringkali digunakan sebagai router sekaligus pembagi bandwidth. Ada dua tipe queue yang sering dipakai dalam mikrotik, yaitu simple queue dan pcq queue. Dua tipe queue ini memiliki keunggulan masing masing, tapi tentu saja, juga memiliki kelemahan masing masing.
Kendala yang dihadapi oleh pcq queue adalah kelemahan pengaturan pembagian yang masih bisa ditembus oleh software downloader sejenis IDM (Internet Download Manager), yang secara sporadis membuka begitu banyak jalur koneksi untuk melakukan download secara paralel. Bagi user, download yang cepat adalah anugerah, sedangkan bagi pemilik warnet dan user lain, yang tidak menggunakan IDM, ini adalah sebuah malapetaka !!!
PCQ Queue dipilih karena kemampuannya untuk membagi bandwidth secara adil dan merata. PCQ atau per connection queue, akan membagi bandwidth sesuai jumlah user yang sedang online. 1 orang full bandwidth, 2 online orang – bandwidth dibagi 2, dan saat 3 orang online, maka bandwidth akan dibagi 3 dan seterusnya. Berbeda dengan Simple queue, yang membagi bandwidth secara fixed/ tetap, sehingga berapapun jumlah user yang online, bandwidthnya tetap, dan cenderung malah berkurang (kalau overload).
Secara detail kita jabarkan berikut
Simple Queue
  • Bandwidth tetap atau fixed
  • Mampu menahan serangan IDM dan sejenisnya
  • IP komputer yang ingin di Simple Queue, harus dimasukkan secara manual satu per satu
  • Bandwidth yang tidak terpakai menjadi sia sia.
PCQ Queue
  • Bandwidth yang dibagi rata sesuai jumlah user yang online
  • Rentan terhadap serangan IDM dan sejenisnya
  • IP komputer tidak harus dimasukkan satu persatu
  • Bandwidth digunakan secara optimal. tidak ada lagi bandwidth yang terbuang percuma tanpa dipakai.


Berbeda dengan simple queue, setting max. limit pada queue tree bersifat global, tidak ada pengaturan IP di sini, sehingga semua lalu lintas packet yang tercatat (mark) akan mendapatkan max. limit yang sama.
Kebocoran IDM disebabkan oleh tidak adanya pengaturan IP di dalam Queue Tree, karena pengaturan queue murni diolah dari packet mark.


Nah, bagaimana seandainya, anda suka dengan pengaturan pcq queue, namun membenci IDM dan sejenisnya ?
Sebenarnya pada saat memilih pengaturan PCQ Queue, ada opsi dimana, kita juga bisa membatasi max limit per IP komputer seperti halnya yang digunakan oleh Simple Queue.
Cara ini lebih mudah dibandingkan Simple Queue yang mengharuskan kita memasukan satu per satu IP komputer yang ingin kita limit menggunakan simple queue.

Fungsi Rate inilah yang berfungsi sama dengan pengaturan simple queue. Dengan memasukkan angka pada rate ini (default: 0) maka maksimal download yang akan didapatkan per IP akan dibatasi mis. 512k (kbps).
Limit berfungsi untuk membatasi jumlah koneksi paralel yang diperkenankan bagi tiap IP. artinya bila kita meletakkan nilai 20, maka cuma 20 koneksi simultan yang bisa didapat oleh 1 IP komputer.
Total Limit adalah total keseluruhan koneksi paralel yang diperkenankan untuk seluruh PC yang ada di warnet anda. Secara matematika Total Limit 4000 dibagi dengan 50 koneksi per IP/ PC, maka akan didapat angka 80 total IP/ PC yang bisa terkoneksi ke jaringan mikrotik anda.
Classifier adalah pembeda untuk jenis koneksi yang di Queue. Pada gambar terconteng Dst. Address yang artinya pengaturan ini hanya berlaku untuk packet packet download saja. Kalau untuk paket upload, maka yang di conteng adalah Src. Address.
Catatan:
Aplikasi browser seperti mozilla dan kebanyakan aplikasi internet lainnya, menggunakan paralel simultanous connection/ koneksi paralel secara simultan untuk mempercepat proses loading sebuah halaman web. Bedanya, Mozilla menggunakan 10 koneksi untuk 10 object yang berbeda yang menjadi elemen dari halaman web tersebut, sedangkan IDM menggunakan 10 koneksi hanya untuk mendownload 1 objek yang sama.
Bagi user, manfaatkan IDM hanya untuk fitur auto resumenya saja, sehingga download yang terputus bisa dilanjutkan lagi tanpa harus mendownload dari awal.
Menggunakan paralel download secara membabi buta, tidak hanya merugikan user yang lain, tapi juga berpotensi merusak file yang di download, sebab proses split & merge yang dilakukan IDM tidaklah selalu sempurna.
Berhati hatilah saat menggunakan IDM secara parelel untuk mendownload aplikasi yang berbentuk executable.


Sumber : Simple Queue VS Pcq Queue
READ MORE - Simple Queue VS Pcq Queue